Pasarlaut, Bandung – Kerang Darah, jenis kerang ini termasuk dalam jenis kerang populer di Indonesia dan sangat dikenal oleh masyarakat. Kerang darah (Anadara Granosa) tersebar di kawasan Indo-Pasifik dan Pantai Afrika Timur hingga ke Polinesia. Anggota suku Arcidae ini disebut dengan kerang darah karena menghasilkan hemoglobin dalam cairan merah yang dihasilkannya.

Kerang darah merupakan jenis bivalvia yang hidup didasar perairan dan mempunyai ciri khas yaitu ditutupi oleh dua keping cangkang (Valve) yang dapat dibuka dan ditutup karena terdapat sebuah persendian berupa engsel elastis. Hewan ini gemar berhabitat di dalam pasir atau lumpur dan tinggal di mintakat pasang surut.

Kandungan yang ada di dalam kerang tidak jauh berbeda dengan biota laut lainnya, kerang darah merupakan salah satu sumber mineral yang dibutuhkan oleh tubuh, seperti besi (Fe), Flour (F), iodium (I), kalsium (Ca), Kalium (K), Seng (Zn), selenium (Se) dan lain-lain.Meskipun Kerang mengandung kolesterol yang sukup tinggi, namun kadar lemak total maupun lemak jenuhnya rendah.

Kandungan Nutrisi:

Kerang sebenarnya rendah lemak dan kalori dan merupakan sumber mineral yang baik, serta mengandung zat besi dan selenium. Terakhir, kerang ternyata mengandung vitamin A, Vitamin E, juga merupakan sumber vitamin B kompleks yang baik.

Rendah kolesterol:

Menurut ahli kesehatan, koleterol kerang lebih rendah dari daging sapi dan ayam yang lebih sering kita makan. Ahli gizi mengatakan bahwa asupan kolesterol perhari tidak boleh melebihi 300 miligram dan lemak jenuh sebaiknya tidak lebih 10 persen dari kebutuhan kalori harian. Jadi 85 gram atau sekitar 15 kerang hanya memberikan sekitar 166 miligram kolesterol bahkan hampir tidak memberikan lemak jenuh.

Manfaat:

Jantung adalah organ yang paling merasakan manfaat dari makan kerang. Penelitian telah menunjukkan bahwa Pria yang makan kerang dan udang setidaknya 1 kali dalam seminggu, secara signifikan mengurangi risiko kematian akibat serangan jantung mendadak. Studi lain menunjukkan bahwa subyek makan 280 gram kerang setiap hari selama tiga minggu telah menunjukkan penurunan kadar triglesida, atau lemak dalam darah yang bisa menyumbat pembuluh darah. Salah satu alasannya adalah bahwa lobster, udang, dan moluska (tiram, kerang, dan remis) mengandung asam lemak omega 3, yang bermanfaat mengendalikan tekanan darah dan kadar kolesterol. Diantara hewan laut yang bercangkang, kerang, tiram dan kepiting yangn paling mengandung asam lemak ini. Kerang juga kaya akan protein yang dibutuhkan untuk pertumbuhandan pemeliharaan jaringan, kalsium yang dibutuhkan oleh tulang, serta zinc yang manfaatnya terkait dengan kesehatan prostat, serta zat besi untuk memproduksi sel darah merah, dan vitamin B yang baik bagi otak. Kerang juga relative rendah sodium dan kalori, sehingga tidak meningkatkan tekanan darah dan berat badan.

Risiko Kesehatan:

Para ahli juga memperingatkan bahwa kerang adalah hewan laut yang paling cepat menyerap polutan dari laut, termasuk bakteri seperti salmonella, dan virus seperti hepatitis A. Polutan berbahaya lainnya yang bisa terkandung dalam kerang adalah yang disebut dengan logam berat seperti merkuri, terutama hal ini sangat berbahaya bagi janin jika dimakan oleh ibu hamil. (SS)

Sumber 

Leave a Reply